Staf Input :
yoo

Kapasitas Kelembagaan Dalam Pengembangan Infrastruktur Transportasi (Studi Kasus: Pembangunan Cable Car Kota Bandung)

Sub Judul
No Panggil TA/2020/2685 CHA
Jumlah Item Dipinjam Weeding Diperbaiki Tersedia
1 0 0 0 1
No Barcode Kembali User
No Barcode Lokasi
1 TUGAS AKHIR
No Barcode
No Barcode
Tipe Tugas Akhir
Koleksi JBPTITBSAPPK
Pengarang CHANDRA, Arya Try ;
Penerbit Prodi PWK SAPPK ITB
Tahun Terbit 2020
Kota Penerbit Bandung
Deskripsi Kelembagaan merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi pengembangan dari suatu kawasan dan tidak luput dari pengembangan sistem transportasi pula. Kelembagaan transportasi bertanggung jawab atas perencanaan dan pengembangan transportasi umum, menentukan standar pelayanan minimal, hingga fungsi pengawasan. Kelembagaan transportasi yang tidak efektif apabila tidak terintervensi dapat melumpuhkan sistem transportasi secara menyeluruh dalam jangka panjang. Tidak luput dari masalah kemacetan, Pemerintah Kota Bandung mengeluarkan Rencana Induk Transportasi Kota Bandung (2015) dan Bandung Urban Mobility Project (2016) yang meliputi pembangunan Cable Car sebagai salah satu transportasi feeder di Kota Bandung. Namun, hingga tahun 2019 rencana tersebut masih belum dijalankan meskipun rencananya sesungguhnya telah dicanangkan sejak tahun 2010 lalu. Untuk itu, kapasitas kelembagaan dari lembaga transportasi Kota Bandung perlu diteliti untuk memahami hambatan yang ditemui serta intervensi yang dapat dilakukan. Penelitian pertama dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kapasitas kelembagaan melalui studi literatur. Faktor-faktor yang telah ditentukan kemudian diberikan bobot melalui metode AHP, yang disertai dengan penilaian tiap faktor melalui analisis isi untuk mengetahui tingkat kapasitas kelembagaan dari tiap lembaga transportasi di Kota Bandung dalam pembangunan Cable Car. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan kapasitas kelembagaan transportasi di Kota Bandung tergolong “Cukup”. Hal ini ditunjukkan dengan PT. ADP dan Dishub Kota Bandung yang berperan sebagai Leading Sector dalam pembangunan Cable Car tergolong “Baik”, selagi lembaga pendukung lainnya layaknya Bappelitbang, DPMPTSP, Bag. Kerjasama, Distaru, dan DLHK Kota Bandung tergolong “Cukup”. Kondisi tersebut mengimplikasikan bahwa pembangunan Cable Car di Kota Bandung masih bertumpu kepada Leading Sector, dan bahwa koordinasi serta sinergi antar lembaga transportasi terkait masih perlu ditingkatkan guna mencapai keluaran yang diinginkan
Subjek Miming Miharja, ST., M.Sc.Eng., Ph.D
Kata Kunci Faktor kapasitas kelembagaan, kelembagaan transportasi kota bandung, analytic hierarchy process, cable car
Referensi Ya
Perolehan Wajib
Catatan xxiv, 283 hlm.; 30 cm
Login